Di tengah tuntutan perubahan tersebut, nama Zainal Abidin, M.Si. mencuat sebagai figur yang memiliki rekam jejak panjang dan pengalaman lengkap dalam mengelola perusahaan air minum, khususnya setelah puluhan tahun mengabdi di lingkungan PDAM DKI Jakarta.
Bukan sosok yang lahir dari ruang politik atau sekadar duduk di kursi jabatan, Zainal Abidin membangun karier dari bawah. Ia memulai perjalanan sebagai tenaga teknis yang bersentuhan langsung dengan sistem pompa dan pengolahan air, sebelum dipercaya memegang berbagai posisi strategis hingga mencapai jabatan Pelaksana Tugas Direktur Umum PDAM DKI Jakarta.
Jejak kariernya mencatat:
Kepala Bosterpam PDAM DKI Jakarta (1992–1994)
Kepala Mini Plan PDAM DKI Jakarta (1994–1996)
Kepala Quality Control Unit Pelayanan Air Bersih Khusus Gedung Istana Presiden dan Jalan Cendana No. 8 Menteng Jakarta Pusat
Kepala Bidang Pengusahaan Air Minum Wilayah Jakarta Selatan
Manajer Investasi PDAM DKI Jakarta
Manajer Pendataan dan Evaluasi Aset
Manajer Pengawasan Sumber Daya Manusia
Manajer Pengawasan Internal Perusahaan
Plt Direktur Umum PDAM DKI Jakarta
Dari Pipa Air hingga Strategi Perusahaan
Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa Zainal Abidin memahami PDAM bukan hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari akar persoalan di lapangan.
Ia memahami bagaimana air diproduksi, didistribusikan, dikontrol kualitasnya, dikelola asetnya, hingga bagaimana sebuah perusahaan pelayanan publik harus berjalan secara profesional.
Pengalaman menangani pelayanan air bersih untuk kawasan strategis negara, termasuk fasilitas Istana Presiden, menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan profesionalnya.
Kini, masyarakat Kota Langsa membutuhkan figur yang mampu menghadirkan perubahan nyata. Bukan hanya pemimpin yang memahami teori, tetapi pemimpin yang pernah bekerja langsung menghadapi persoalan teknis dan manajemen perusahaan air minum.
Sejumlah masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat di Kota Langsa berharap pengalaman puluhan tahun Zainal Abidin, M.Si. dapat menjadi pertimbangan dalam menghadirkan tata kelola PDAM Langsa yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Sebab, persoalan air bersih tidak cukup diselesaikan dengan janji, tetapi membutuhkan pengalaman, kompetensi, dan keberanian melakukan pembenahan.
Catatan: Berita ini disusun berdasarkan data riwayat karier yang disampaikan oleh pihak terkait.
Team Investigasi
